Posts

Showing posts with the label Cerita Rakyat

Cerita Pewayangan Asal Usul Semar

Senja berganti malam dan malam sirna berganti siang, waktu berputar menutup hari dan kemudian berganti hari. Kini putra-putra Sang Hyang Tunggal telah tumbuh dewasa. Sang Hyang Antaga, Sang Hyang Ismaya, dan Sang Hyang Manikmaya, mereka sama-sama mewarisi berbagai ilmu pengetahuan dan kesaktian dari ayahnya sehingga mereka benar-benar menjadi kesatria dewa yang pilih tanding.  Alkisah di istana Jonggring Salaka, Kahyangan Suralaya. Sang Hyang Tunggal yang didampingi kedua permaisurinya memanggil ketiga putranya, Sang Hyang Antaga, Sang Hyang Ismaya dan Sang Hyang Manikmaya. Ia bermaksud ingin menyerahkan tahta Suralaya kepada salah putranya, namun sebelumnya Sang Hyang Tunggal mengisahkan perihal kelahiran mereka yang berasal dari sebutir telur hingga tercipta menjadi sosok manusia dewa. Dan yang membuat Sang Hyang Tunggal belum bisa menentukan siapa diantara putranya yang berhak mewarisi Kahyangan Suralaya, adalah karena dulu Sang Hyang Tunggal menyirami tiga bagian pecahan telu...

Legenda Danau Toba

Image
Pada zaman dahulu di suatu desa di Sumatera Utara hiduplah seorang petani bernama Toba yang menyendiri di sebuah lembah yang landai dan subur. Petani itu mengerjakan lahan pertaniannya untuk keperluan hidupnya. Selain mengerjakan ladangnya, kadang-kadang lelaki itu pergi memancing ke sungai yang berada tak jauh dari rumahnya. Setiap kali dia memancing, mudah saja ikan didapatnya karena di sungai yang jernih itu memang banyak sekali ikan. Ikan hasil pancingannya dia masak untuk dimakan. Pada suatu sore, setelah pulang dari ladang lelaki itu langsung pergi ke sungai untuk memancing. Tetapi sudah cukup lama ia memancing tak seekor iakan pun didapatnya. Kejadian yang seperti itu,tidak pernah dialami sebelumnya. Sebab biasanya ikan di sungai itu mudah saja dia pancing. Karena sudah terlalu lama tak ada yang memakan umpan pancingnya, dia jadi kesal dan memutuskan untuk berhenti saja memancing. Tetapi ketika dia hendak menarik pancingnya, tiba-tiba pancing itu disambar ikan yang langsung m...

Legenda Gunung Tangkuban Perahu

Image
Beribu-ribu tahun yang lalu, tanah Parahyangan dipimpin oleh seorang raja dan seorang ratu yang hanya mempunyai seorang putri. Putri itu bernama Dayang Sumbi. Dia sangat cantik dan cerdas, sayangnya dia sangat manja. Pada suatu hari saat sedang menenun di beranda istana, Dayang Sumbi merasa lemas dan pusing. Dia menjatuhkan pintalan benangnya ke lantai berkali-kali. Saat pintalannya jatuh untuk kesekian kalinya Dayang Sumbi menjadi marah lalu bersumpah, dia akan menikahi siapapun yang mau mengambilkan pintalannya itu. Tepat setelah kata-kata sumpah itu diucapkan, datang seekor anjing sakti yang bernama Tumang dan menyerahkan pintalan itu ke tangan Dayang Sumbi. Maka mau tak mau, sesuai dengan sumpahnya, Dayang Sumbi harus menikahi Anjing tersebut. Dayang Sumbi dan Tumang hidup berbahagia hingga mereka dikaruniai seorang anak yang berupa anak manusia tapi memiliki kekuatan sakti seperti ayahnya. Anak ini diberi nama Sangkuriang. Dalam masa pertumbuhannya, Sangkuring se lalu diteman...

Legenda Situ Bagendit

Image
Di sebuah desa yang subur sebelah utara kota Garut, tinggal seorang janda kaya bernama Nyi Endit. Ia paling ditakuti di seluruh desa, ia dapat berbuat sesuka hatinya dengan kekayaannya. Para penduduk daerah sekitar banyak yang meminjam uang pada Nyi Endit meskipun utang yang dibayar harus dengan bunga yang sangat tinggi. Nyi Endit mempunyai beberapa tukang pukul untuk menagih utangnya. Bila tak mampu bayar, para tukang pukul melakukan tindak kekerasan. Jika musim panen, betapa melimpahnya hasil panen di tempat Nyi Endit. Saat musim paceklik, para penduduk yang sebagian besar petani, mengalami kesulitan. Panen mereka gagal. Kelaparan pun melanda sehingga banyak yang menderita busung lapar. Sangatlah berbeda dengan keadaan Nyi Endit. Saat penduduk sekitar kelaparan, Nyi Endit justru berpesta pora dengan makanan yang melimpah ruah bersama keluarga, kerabat dan tamunya. Di tengah-tengah pesta, tiba-tiba pengawal/tukang pukul Nyi Endit melapor,”Maaf Nyi, di luar ada pengemis yang me...