Nabi Ibrahim mempunyai dua orang istri. Dari istri pertamanya yang bernama Sarah, melahirkan seorang putra yang kemudian menjadi nabi, yaitu Nabi Ishaq. Sedangkan dari istri keduanya yang bernama Hajar, melahirkan seorang putra yang kemudian menjadi Nabi juga, yaitu Nabi Isma'il. Bagaimana nasab Nabi Muhammad saw sampai Nabi Ibrahim as ? Para ahli sejarah sepakat bahwa Nabi Muhammad saw adalah keturunan Nabi Ibrahim as (lewat jalur Nabi Ismail as). Tetapi terjadi perselisihan berapakah nenek-nenek beliau di antara Ismail dengan Adnan. Kata setengahnya banyaknya 40 orang, setengahnya pula mengatakan 7 orang. Berkata Abu Abdullah Al-Hafidzh: “Tentang berapakah bilangan nenek-nenek moyang Rasulullah sejak dari Adnan menjelang Ismail dan Ibrahim itu tidaklah ada suatu riwayat yang muktamad.” (Hamka, Sejarah Umat Islam). Sebagian ahli sejarah memberi data bagaimana sambungan antara Adnan sampai Nabi Ibrahim as, diantaranya: Adnan adalah Ibnu Ad bin Humaisi bin Salaman bin Aush bi...
Urutan Tata Surya, Susunan Tata Surya, Ilmu Astromi , hai Sahabat beginerblog, karena adanya Pertanyaan yang masuk ke Komentar blog ini yang menanyakan urutan tata surya setelah postingan saya sebelumnya yaitu :" Mengapa Pluto Tidak Masuk Tata Surya Lagi, Kemanakah Pluto ? ", ya meskipun pertanyaan tidak secara langsung menuju saya, namun ini masuk dalam referensi blog saya, nah langsung saja saya akan memberikan Info tentang urutan Pengertian Tata Surya Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri dari matahari (bintang), planet-planet, satelit alam, meteor, asteroid, dan komet yang berputar mengelilingi matahari (berevolusi). Matahari menjadi pusat tata surya karena semua benda langit berputar mengelilingi matahari dengan lintasan berbentuk elips. Dalam setiap revolusinya anggota tata surya pada suatu saat berada dekat dengan matahari. Titik terdekat dengan matahari disebet perihelium dan titik terjauh disebut aphelium. Semua benda langit dalam...
Seseorang bertanya (Yayuk): Apakah waktu isra’ mi’raj Rasulullah bertatap muka langsung dengan Allah? Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com). Ustadz Ammi Nur Baits adalah Alumni Madinah International University, Jurusan Fiqh dan Ushul Fiqh. Saat ini, beliau aktif sebagai Dewan Pembina website PengusahaMuslim.com, KonsultasiSyariah.com, dan Yufid.TV, serta mengasuh pengajian di beberapa masjid di sekitar kampus UGM. Berikut jawabannya: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du, Pertama, kaum muslimin sepakat bahwa tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa melihat Allah dengan mata kepalanya sendiri, sebagaimana yang ditegaskan oleh Ad-Darimi dalam Ar-Rad Ala Al-Jahmiyah (hlm. 306), Syaikhul Islam dalam Majmu’ Fatawa (6/510), dan Ibn Abil Iz dalam Syarh Aqidah Thahwiyah (1/222) Dan terdapat hadis yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau menegaskan bahwa manusia apapun tidak mungkin melihat Tuhannya di ...
Comments